Hati itu..

Hati itu seperti…

Kadang seperti gelas kaca, fragile. Harus pintar2 menjaganya, juga harus sering dibersihkan. Karena saat gelas kaca itu kotor, terbelenggu oleh bermacam2 debu, debu amarah, iri, dengki, benci, nafsu, dan lain2, akan menghambat cahaya untuk menembusnya. Maka sering2lah dibersihkan, dilap, dicuci, pake air, pake sabun biar cling-cling. Biar terang benderang, full of light…!! menyenangkan…!! ya iya lah, siapa juga yang mau minum dari gelas kotor?

Kadang juga seperti gelas tembikar, yg dari lempung, yang semakin sering ditempa, semakin kuat. That’s when we cope things in the right way. In many ways, it also like water, flowing through its path….

Kadang juga bukan gelas… karena bisa sakit, bisa beku, bahkan bisa mati. As we all know. Thus, we should always aware, in what state our heart is. Healthy? Sick? or dead? no no no, don’t let it die. Or maybe it’s numb? don’t.. don’t let it numb either.

β€œKetahuilah, di dalam tubuh ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR al-Bukhari, no. 52 dan Muslim, no. 1599).

By maintain our heart appropriately, we may lessen our burden, light our path and give our life much more valuable colors, and so on and so on… mari..!! πŸ˜‰

#serangkaian evaluasi diri

Advertisements
This entry was posted in just a shot, L.I.F.E, Uneg and tagged . Bookmark the permalink.

leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s